HUBUNGAN SUHU, KELEMBAPAN, DAN JUMLAH PENGUNJUNG TERHADAP ANGKA KUMAN UDARA DI RUANG PERAWATAN RUMAH SAKIT
DOI:
https://doi.org/10.47718/psn.v1i1.30Keywords:
Suhu,, Kelembaban,, Jumlah Pengunjung,, Angka KumanAbstract
Kontaminasi mikroba udara di ruang perawatan rumah sakit merupakan faktor risiko penting terjadinya infeksi silang. Beberapa faktor yang memengaruhi angka kuman di udara meliputi faktor fisik seperti suhu dan kelembapan, serta faktor non-fisik seperti jumlah pengunjung dan kebersihan ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara suhu, kelembapan, dan jumlah pengunjung dengan angka kuman udara di ruang perawatan kebidanan dan kandungan RSUP Ratatotok Buyat. Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada ruang perawatan kelas 1, 2, dan 3. Pengukuran suhu dan kelembapan dilakukan selama lima hari berturut-turut menggunakan thermometer dan hygrometer. Jumlah pengunjung dihitung setiap hari dari pukul 08.00–14.00 sebelum pengukuran angka kuman. Sampel udara diambil menggunakan Microbiological Air Sampler (MAS) dan diperiksa di laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan kelembapan memiliki korelasi signifikan dengan angka kuman udara (r = 0,669; p = 0,006), dan jumlah pengunjung juga berkorelasi positif signifikan (r = 0,848; p < 0,01). Sebaliknya, suhu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan angka kuman (r = 0,325; p = 0,237). Direkomendasikan agar manajemen rumah sakit menjaga kelembapan optimal melalui sistem ventilasi yang baik dan memonitor kondisi lingkungan secara rutin. Selain itu, perlu diterapkan pembatasan jumlah pengunjung untuk mengurangi risiko peningkatan angka kuman di udara. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi lebih banyak variabel, seperti laju pertukaran udara dan prosedur kebersihan ruangan.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.