HUBUNGAN PENGGUNAAN APD DENGAN KADAR KOLINESTERASE DARAH PADA PETANI SAYUR DI KECAMATAN MODOINDING KABUPATEN MINAHASA SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.47718/psn.v1i1.33Keywords:
Petani,, APD,, Pestisida,, KolinesteraseAbstract
Pestisida dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, penyerapan melalui kulit, dan melalui saluran pencernaan. Untuk mendeteksi keracunan atau paparan pestisida dalam tubuh, perlu dilakukan pemeriksaan kolinesterase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kadar kolinesterase darah petani sayur di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian adalah observasional dengan desain studi cross sectional. Populasi yaitu masyarakat penyemprot pestisida yang terdapat di desa Makaaroyen, desa Palelon, desa Walurmaatus. Sampel penelitian sebanyak 60 orang petani peyemprot pestisida yang diambil dengan teknik Cluster simple random sampling dimana setiap Desa dipilih 20 orang sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kadar kolinesterase darah petani dengan spektrofotometri. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square dan kemudian dianalisa dengan menggunakan sofware. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa APD yang digunakan petani sayur yang tidak memenuhi syarat terdapat 56 petani dan kadar kolinesterasi yang telah dilakukan pada petani masih dalam kategori normal untuk usia < 40 tahun 4,620 – 11,500 U/L dan usia ≥ 40 tahun 5,320 – 12,920 U/L. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa penggunaan APD tidak berhubungan dengan kadar kolinesterase darah petani penyemprot pestisida dengan nilai p = 0,295 > α =0,05. Untuk penggunaan sarung tangan nilai p = 0,146, masker nilai p = 0,413, topi dengan nilai p = 0,810, baju kerja dengan nilai p = 0, 851, sepatu boots dengan nilai p = 0,851 > α =0,05. Meskipun kolinesterase darah petani masih kategori normal, namun petani memiliki resiko paparan pestisida dalam aktivitasnya, Untuk petani sayur diharapkan selalu memakai APD yang lengkap dan memenuhi syarat saat melakukan mencampuran dan penyemprotan pestisida, bagi pemerintah diharapkan memberikan edukasi terhadapat masyarakat agar mengurangi paparan terhadap pestisida.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.