PERBEDAAN MENGUNYAH BUAH MENTIMUN (Cucumis Sativus) DAN BUAH PEPAYA (Carica Papaya) TERHADAP PENURUNAN DEBRIS INDEKSPADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 MANADO
DOI:
https://doi.org/10.47718/jigim.v8i1.57Keywords:
buah mentimun,, buah pepaya,, debris indeks,, siswa SMP.Abstract
Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut sangat dipengaruhi oleh keberadaan plak dan sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi. Salah satu metode alami dalam upaya menjaga kebersihan rongga mulut adalah dengan mengonsumsi buah-buahan yang memiliki sifat mekanis dalam membersihkan permukaan gigi saat dikunyah. Buah mentimun (Cucumis sativus) dan buah pepaya (Carica papaya) diketahui mengandung serat serta enzim yang dapat berkontribusi dalam proses pembersihan rongga mulut. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas mengunyah buah mentimun dan buah pepaya terhadap penurunan debris indeks pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Manado. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quası eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 80 siswa yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengunyah mentimun dan kelompok yang mengunyah pepaya. Pengukuran debris indeks dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan indeks debris Greene and VVermillion. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ronk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kelompok mentimun maupun pepaya mengalami penurunan debris indeks secara signifikan (p<0,05). Namun, penurunan rata-rata debris indeks pada kelompok yang mengunyah buah mentimun lebih besar dibandingkan kelompok pepaya, dan perbedaan tersebut juga signifikan secara statistik (p<0,05). Kesimpulan : Terdapat perbedaan efektivitas antara mengunyah buah mentimun dan pepaya terhadap penurunan debris indeks. Buah mentimun lebih efektif dibandingkan buah mentimun dalam membantu menurunkan debris indeks pada siswa.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmiah Gigi dan Mulut ( JIGIM)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.