Konsumsi Jus Buah Salak (Salacca Zalacca) Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.47718/jidan.v13i2.64Keywords:
Haemoglobin, Ibu Hamil, Jus Buah SalakAbstract
Latar Belakang: Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 48,9%. Data Puskesmas Tuminting menunjukkan bahwa proporsi ibu hamil dengan anemia meningkat dari 16% pada tahun 2021 menjadi 22,3% pada Januari–Februari 2023. Meskipun Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) telah berjalan dengan baik, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) belum menjadi komponen rutin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsumsi jus buah salak terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experimental dengan rancangan one-group pretest–posttest design. Sampel berjumlah 30 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil: Rata-rata kadar hemoglobin meningkat dari 9,75 g/dL pada pretest menjadi 10,05 g/dL pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001). Kesimpulan: Konsumsi jus buah salak (Salacca zalacca) berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Jus buah salak dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pendamping dalam upaya meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.