HUBUNGAN PENGETAHUAN PENCABUTAN GIGI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN DI PUSKESMAS BINTAUNA KABUPATEN BOLAANG MONONDOW UTARA
DOI:
https://doi.org/10.47718/jigim.v8i2.12Keywords:
Pengetahuan, Pencabutan Gigi, KecemasanAbstract
ABSTRAK
Tindakan pencabutan gigi menjadi pilihan terakhir pada pasien dengan keadaan gigi yang
sudah rusak dan tidak dapat dirawat lagi. Kecemasan pasien merupakan suatu perasaan
khawatir yang muncul terhadap perawatan gigi. Kecemasan pasien merupakan respons umum
yang akan dialami seseorang sebelum melakukan perawatan gigi termasuk pencabutan gigi.
Tujuan : mengetahui tentang hubungan tingkat pengetahuan tentang pencabutan gigi dengan
tingkat kecemasan pasien di Puskesmas Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Metode : survey analitik dengan pendekatan cross sectional study dilakukan pada bulan Juni
tahun 2024 di Puskesmas Bintauna. Populasi berjumlah 60 responden, sampel 32 diambil
menggunakan teknik incidental sampling. Instrumen penelitian yaitu kusioner yang berisi
pertanyaan tentang pengetahuan pencabutan gigi dan tingkat kecemasan pasien. Data yang
diperoleh ditabulasi dan untuk analisa data bivariat menggunakan uji spearman rho melalui
aplikasi SPSS. Hasil : Dari 32 responden 60% yang mempunyai pengetahuan baik, 22% sedang
dan 18% kategori buruk. Untuk tingkat kecemasan 66% cemas ringan, 31% cemas sedang dan
3% kategori tidak cemas. Hasil uji statistik adalah p = 0,000 (p<0,05), dan nilai r = -.595
kekuatan korelasi “kuat” dengan arah korelasi negatif. Kesimpulan: ada hubungan yang kuat
tentang pengetahuan tentang pencabutan gigi dengan tingkat kecemasan pasien di Puskesmas
Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dimana semakin tinggi tingkat pengetahuan
maka pasien tidak akan merasa cemas.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmiah Gigi dan Mulut ( JIGIM)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.