EFIKASI DIRI (Self Eficacy) MENINGKATKAN SELF-CARE PASIEN GGK
DOI:
https://doi.org/10.47718/psn.v1i1.41Keywords:
self-care,, dukungan sosial,, GGK,, hemodialisis,, self-efficacy,, kualitas hidupAbstract
Self-care pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang belum dilaksanakan secara optimal dan berdampak pada rendahnya kualitas hidup pasien. Hal ini terlihat pada rendahnya domain fisik (93,33%), psikologis (96,67%), hubungan sosial (100%), dan lingkungan spiritual (100%). Rendahnya self-care dipengaruhi oleh keterbatasan dukungan sosial yang berperan penting dalam meningkatkan motivasi, keyakinan diri, dan konsistensi pasien. Dukungan sosial tersebut bersumber dari keluarga, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model self-care berbasis dukungan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan desain eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tahap pertama melibatkan 115 pasien sebagai responden, sedangkan tahap kedua melibatkan 17 informan melalui Focus Group Discussion. Variabel penelitian meliputi Basic Conditioning Factors, dukungan sosial, self-care agency, self-efficacy, self-care management, dan kualitas hidup. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling dengan pendekatan Smart Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model self-care berbasis dukungan sosial berpengaruh positif terhadap kualitas hidup melalui self-efficacy sebagai mediator. Peningkatan dukungan sosial terbukti meningkatkan self-efficacy dan kemampuan self-care pasien. Model ini efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Prosiding Seminar Nasional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.